Senin, 21 Mei 2012

ABU THALIB, PAMAN RASULULLAH. ISLAM ATAUKAH KAFIR?

Abu Thalib, yakni tidak lain beliau adalah paman Rasulullah SAW, beliau sangat mencintai Rasulullah SAW, bahkan Rasulullah SAW lebih dicintai oleh Abu Thalib daripada kepada anak-anaknya sendiri, hal itu dikarenakan budi pekerti Rasulullah SAW yang selalu jujur dalam perkataan dan sangat baik dalam tingkah laku.
Setelah beliau diutus menjadi Rasullullah SAW, Abu thalib senantiasa membantu dan melindungi Rasullullah SAW sehingga orang Kafir Quraisy sungkan untuk menghadang dakwah Nabi. Hal itu disebabkan oleh rasa sungkan mereka terhadap Abu thalib yang pada saat itu menjadi salah satu orang besar di Suku Quraisy.
Pada suatu saat, Abu thalib dipanggil oleh pemuka-pemuka Quraisy. Pada saat itu Abu thalib diminta untuk memerintahkan keponakannya itu, yakni Rasulullah SAW untuk berhenti menyebarkan agama Islam. Kemudian pemuka-pemuka Quraisy tersebut mengatakan kepada belliau : “Apabila keponakanmu itu tidak mau berhenti, maka kami tidak akan sungkan lagi kepadamu dan akan kami tumpas keponakanmu beserta para pengikutnya”.
Saat mendapat ancaman ini, Abu Thalib akhirnya menyampaikan hal ini kepada Rasulullah SAW akan tetapi Rasullullah SAW tetap berpegang teguh pada dakwahnya itu dan Abu Thalib pun mulai tegar dan akan selalu menjaga Rasullullah SAW dan membantunya hingga titik darah penghabisan.
Meskipun Abu Thalib tidak menghentikan Dakwah Rasullullah SAW bahkan melindungi Rasullullah SAW, orang Kafir Quraisy tetap sungkan kepada Abu Thalib dan tidak berani mengganggu Rasullullah SAW. Hal tersebut berlangsung hingga akhirnya Abi Thalib dipanggil oleh Allah SWT. Setelah wafatnya Abu Thalib, dipanggil oleh Allah mendapatkan tekanan yang sangat kuat dari orang Kafir Quraisy.
Oleh karena itu, sebagian besar dari kalangan para ulama berpendapat atas keislaman Abu Thalib, karena mereka berpandangan bahwa sangatlah tidak etis apabila dikatakan, bahwa orang yang telah mendidik Rasulullah SAW yang juga orang yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW, yakni Abu Thalib sebagai orang kafir yang masuk neraka, hanya karena Abu Thalib tidak pernah melafadzkan dua kalimat syahadat. 
Hal seperti ini adalah sebuah su’udzan yang tidak mendasar, Sebab belum tentu Abu thalib tidak bersyahadad lantaran tidak mau mengikuti ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Akan tetapi kemungkinan besar beliau tidak bersyahadad secara terang- terangan karena bertujuan untuk melindungi rasulullah SAW dari godaan orang kafir Quraisy, karena jika Abu Thalib masuk Islam secara terang terangan maka dapat dipastikan orang kafir Quraisy akan membencinya dan tidak ada rasa sungkan lagi kepada Abu Thalib, hingga kaum kafir Quraisy semakin leluasa dalam mencegak dakwah Islami Rasulullah SAW.
Padahal saat Abu Thalib wafat Rasulullah SAW berdoa untuk beliau: Rahimakaallahu  wa ghufira laka la azaalu astaghfirulaka hatta yanhaaniyallaah. Yang artinya: semoga Allah merohmatimu dan mengampunimu dan aku tidak akan berhenti memintakan ampun untukmu kecuali jika Allah melarangku.
Sudah pasti Rasulullah adalah makhluk yang paling dicintai Allah dan apabila beliau berdoa maka bisa dipastikan doa beliau dikabulkan oleh Allah begitu pula doa Rasulullah di atas yang mana beliau berdoa agar pamannya Abu Thalib dirahmati oleh Allah dan diampuni semua kesalahan-kesalahannya. Dan doa ini insyaallah telah dikabulkan oleh Allah dan insya Allah beliau sekarang telah mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

Abu Thalib sangat cinta sekali kepada Rasulullah SAW, ada sebuah hadits Rasulullah SAW yang berbunyi: Anta ma’a man ahbabta yaumal qiyamah, yang artinya: Engkau bersama orang yang engkau cintai pada hari kiamat nanti, karena kemungkinan besar beliau telah masuk Islam sekalipun di dalam hati. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Pasang Kode Iklan sobat yg berukuran 120 x 600 disini!!!