Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

DI MANAKAH DOSA-DOSA KITA DILETAKKAN ALLAH SWT SAAT KITA SHALAT?

Rasulullah SAW bersabda:
إن العبد إذا قام يصلي أتي بذنوبه فوضعت على رأسه أو عاتقه فكلما ركع أو سجد تساقطت عنه.
Artinya: “Sesungguhnya jika seorang hamba sedang shalat, ia datang membawa dosa-dosanya dan Allah SWT letakkan dosa-dosanya itu di atas kepala atau pundaknya. Maka setiap ia ruku' atau sujud dosa-dosa itu jatuh berguguran”.
(HR. Ibnu Hibban dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth, Kanzul Ummal 7/287).
Wallahu A'lam.

LIMA PERKARA BAWA WANITA KE SURGA

Perkara yang membawa seseorang wanita kepada keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Antaranya, hendaklah melaksanakan kewajipan agama.
Dalam sebuah hadits riwayat Al-Bazaar, Rasulullah SAW bersabda (yang bermaksud): Jika seseorang wanita shalat lima waktu, berpuasa pada Ramadan dan taat kepada suaminya, nescaya ia akan masuk surga.
Kedua, hendaklah mentaati suami. Hal ini disebut dalam banyak hadis, antaranya hadits riwayat At-Tabarani, daripada Abdullah bin Salam bahawa Rasulullah SAW bersabda (yang bermaksud): Sebaik-baik wanita adalah wanita yang menyenangkanmu jika kamu melihatnya, mentaatimu jika kau menyuruhnya dan dapat menjaga dirinya dan hartamu ketika engkau tidak bersamanya.
Ketiga, selalu mengingati Allah. Dalam sebuah hadis riwayat At-Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW bersabda (yang bermaksud): Hendaklah kamu (para wanita) memperbanyak membaca tasbih, tahlil, taqdis dan hitunglah dengan ruas jari-jari karena sesungguhnya mereka akan ditanya dan akan dijadikannya boleh berbicara. Janganlah kamu lalai sehingga melupakan rahmat Allah.
Keempat, shalat malam. Dalam hadits riwayat Abu Daud daripada Abu Hurairah r.a dan Abu Said r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda (yang bermaksud): Sesiapa yang bangun tengah malam, kemudian membangunkan isterinya, lalu mereka melakukan shalat berjemaah dua rakaat, maka mereka akan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang banyak mengingati Allah.
Kelima, berbuat baik dan banyak bersedekah. Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, (yang bermaksud): Wahai semua wanita, bersedekahlah walaupun dari perhiasan kamu sekalian. Sesungguhnya kamu kelak paling banyak menjadi penghuni neraka.
Wallahu A’lam.

KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG SAKIT

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim yang sedang sakit di pagi hari, kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi hari, dan baginya sebuah taman di surga.” (HR. Tirmidzi, Shahih).
“Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: “Kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga.” (HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi, dan ahmad, Shahih).
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan mengamalkannya. Aamin.
Wallahu A'lam.

DI BALIK KEKURANGAN YANG KITA MILIKI

Sebagian dari kita kadang suka mengeluhkan, bahkan sampai ada yang berprasangka buruk kepada Allah SWT atas apa yang menjadi kekurangan kita.
Akan tetapi, Tahukah kita apa hikmah yang bisa dipetik di balik kekurangan kita?
Dan tahukah kita kenapa Allah SWT memberikan kita dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada pada kita?
Tak lain karena pada saatnya nanti Allah SWT akan menyempurnakan kekurangan kita tersebut dengan hadirnya seseorang yang akan mendampingi perjalanan hidup kita.
Ia akan hadir untuk memberi apa yang tidak kita miliki.
Ia akan hadir untuk mengisi apa yang menjadi kekurangan kita.
Hingga pada akhirnya kita hidup bersamanya untuk saling berbagi dan saling melengkapi.
Ia adalah seseorang yang dengan tulusnya mampu menerima segala kekurangan yang kita miliki.
Dan dengan ikhlasnya ia mampu menutupinya dengan kelebihan yang ia miliki.
Maka tetaplah tersenyum dengan segala kekurangan yang menurut kita, kita miliki, dan SYUKURI Lah semua itu.
Wallahu A’lam.

Rabu, 13 Februari 2013

WANITA PERTAMA YANG MASUK SURGA

Suatu ketika, Siti fatimah bertanya kepada Rasulullah. Siapakah Perempuan yang kelak pertama kali masuk surga? Rasulullah menjawab: “Dia adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah”.
Siti Fatimah terkejut. Ternyata bukan dirinya, seperti yang dibayangkannya. Mengapa justru orang lain, padahal dia adalah putri Rasulullah sendiri? Maka timbullah keinginan Fatimah untuk mengetahui siapakan gerangan permpuan itu? Dan apakah yang telah di perbuatnya hingga dia mendapat kehormatan yang begitu tinggi?
Setelah minta izin kepada suaminya, Ali Bin Abi Thalib, Siti Fatimah berngkat mencari rumah kediaman Muti’ah. Putranya yang masih kecil yang bernama Hasan diajak ikut serta.
Ketika tiba di rumah Muti’ah, Siti Fatimah mengetuk pintu seraya memberi salam, “Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumussalaam. Siapa di luar?”. Terdengar jawaban yang lemah lembut dari dalam rumah. Suaranya cerah dan merdu.
“Saya Fatimah, Putri Rasulullah,” sahut Fatimah kembali.
“Alhamdulillah, alangkah bahagia saya hari ini Fatimah, putri Rasulullah, sudi berkunjung ke gubug saya,” terdengar kembali jawaban dari dalam. Suara itu terdengar ceria dan semakin mendekat ke pintu.
“Sendirian, Fatimah?” tanya seorang perempuan sebaya dengan Fatimah, Yaitu Muti’ah seraya membukakan pintu.
“Aku ditemani Hasan,” jawab Fatimah.
“Aduh maaf ya,” kata Muti’ah, suaranya terdengar menyesal. Saya belum mendapat izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki.”
“Tapi Hasan kan masih kecil?” jelas Fatimah.
“Meskipun kecil, Hasan adalah seorang laki-laki. Besok saja Anda datang lagi, ya? saya akan minta izin dulu kepada suami saya,” kata Mutiah dengan menyesal.
Sambil menggeleng-gelengkan kepala, Fatimah pamit dan kembali pulang dan besoknya Fatimah datang lagi ke rumah Muti’ah, kali ini ditemani oleh Hasan dan Husain. Beritga mereka mendatangi rumah Muti’ah. Setelah memberi salam dan dijawab gembira, masih dari dalam rumah Muti’ah bertanya:
“Kau masih ditemani oleh Hasan, Fatimah? Suami saya sudah memberi izin.” “Ha? Kenapa kemarin tidak bilang? Yang dapat izin cuma Hasan dan Husain belum. Terpaksa saya tidak bisa menerimanya juga”, dengan perasaan menyesal, Muti’ah kai ini juga menolak.
Hari itu Fatimah gagal lagi untuk bertemu dengan Muti’ah. Dan keesokan harinya Fatimah kembali lagi, mereka disambut baik oleh perempuan itu dirumahnya.
Keadaan rumah Mutiah sangat sederhana, tak ada satupun perabot mewah yang menghiasi rumah itu. Namun, semuanya teratur rapi. Tempat tidur yang terbuat dengan kasar juga terlihat bersih, alasnya yang putih, dan baru dicuci. Bau dalam ruangan itu harum dan sangat segar, membuat orang betah tinggal di rumah.
Fatimah sangat kagum melihat suasana yang sangat menyenangkan itu, sehngga Hasan dan Husain yang biasanya tak begitu betah, merasa betah berada di rumah wanita ini, kali ini nampak asyik bermain-main.
“Maaf ya, saya tak bisa menemani Fatimah duduk dengan tenang, sebab saya harus menyiapkan makan buat suami saya,” kata Mutiah sambil mondar mandir dari dapur ke ruang tamu.
Mendekati tengah hari, masakan itu sudah siap semuanya, kemudian ditaruh diatas nampan. Mutiah mengambil cambuk, yang juga ditaruh di atas nampan.
“Suamimu bekerja dimana?” Tanya Fatimah
“Di ladang,” jawab Muti’ah.
“Pengembala?” Tanya Fatimah lagi.
“Bukan. Bercocok tanam.”
“Tapi, mengapa kau bawakan cambuk?”
“Oh, itu?” sahut Mutiah denga tersenyu.” Cambuk itu kusediakan untuk keperluan lain. Maksudnya begini, kalau suami saya sedang makan, lalu kutanyakan apakah masakan saya cocok atau tidak? Kalau dia mengatakan cocok, maka tak akan terjadi apa-apa. Tetapi kalau dia bilang tidak cocok, cambuk itu akan saya berikan kepadanya, agar punggung saya dicambuknya, sebab berarti saya tidak bisa melayani suami dan menyenangkan hatinya.”
“Apakah itu kehendak suamimu?” Tanya Fatimah keheranan.
“Bukan. Suami saya adalah seorang penuh kasih sayang. Ini semua adalah kehendakku sendiri, agar aku jangan sampai menjadi istri yang durhaka kepada suami.”
Mendengar penjelasan itu, Fatimah menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian ia meminta diri, pamit pulang.
“Pantas kalau Muti’ah kelak menjadi seorang perempuan yang pertama kali masuk surga,” kata Fatimah dalam hati, di tengah perjalannya pulang, “Dia sangat berbakti kepada suami dengan tulus. Prilaku kesetiaan semacam itu bukanlah lambang perbudadakan wanita oleh kaum lelaki, Tapi merupakan cermin bagi citra ketulusan dan pengorbanan kaum wanita yang harus dihargai dengan prilaku yang sama.”
Tak hanya itu, saat itu masih ada benda kipas dan kain kecil.
“Buat apa benda ini Muthi’ah?” Siti Muthi’ah tersenyam malu. Namun setelah didesak ia pun bercerita. “Engkau tahu Fatimah, suamiku seorang pekerja keras memeras keringat dari hari ke hari. Aku sangat sayang dan hormat kepadanya. Begitu kulihat ia pulang kerja, cepat-cepat kusambut kedatangannya. Kubuka bajunya, kulap tubuhnya dengan kain kecil ini hingga kering keringatnya. Ia pun berbaring ditempat tidur melepas lelah, lalu aku kipasi beliau hingga lelahnya hilang atau tertidur pulas”
Sungguh mulia Siti Muthi’ah, wanita yang taat kepada suaminya. maka tidaklah salah jika dia wanita pertama yang masuk surga.
            Wallahu A’lam.

TIGA CAHAYA DIHARI KIAMAT

Di hari kiamat ada 3 cahaya yang berlainan:
1.      Cahaya pertama seperti bintang-bintang.
2.      Cahaya kedua seperti cahaya bulan.
3.      Cahaya ketiga seperti cahaya matahari.
Apabila ada yang bertanya cahaya apakah ini? Lalu dijawab:
“Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan mengambil air sembahyang apabila mendengar adzan.”
“Cahaya Yang kedua adalah cahaya wajah mereka yang mengambil air sembahyang sebelum adzan.”
“Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam mesjid sebelum adzan lagi.” Subhanallah.
Wallahu A’lam.

EMPAT WANITA DALAM SURGA DAN EMPAT WANITA DALAM NERAKA

Empat Wanita dalam syurga:
1.      Wanita yang menjaga diri dari berbuat haram, berbakti pada Allah SWT, Rasul dan suaminya.
2.      Wanita yang menerima dengan senang hati keadaan serba kekurangan dengan suaminya dan banyak keturunannya serta penyabar.
3.      Wanita yang bersifat pemalu dan bila suaminya pergi ia menjaga diri dan harta suaminya dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perbuatan yang tidak layak.
4.      Wanita yang ditinggal mati suaminya dan mempunyai anak masih kecil lalu menahan dirinya untuk kawin lagi karena ingin mengurus anak-anak dan mendidik serta memperlakukannya dengan baik, dan bersedia kawin lagi karena khawatir anaknya akan sia-sia/terlantar.

Empat Wanita dalam neraka (kecuali telah bertobat) :
1.      Wanita yang mulutnya jelek pada suaminya dan jika suaminya pergi ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya datang ia memaki/memarahinya.
2.      Wanita yang memaksa suaminya membeli apa yang suaminya tidak mampu.
3.      Wanita yang tidak menutupi dirinya dari laki-laki lain dan keluar rumah dengan menampakkan perhiasan dan kecantikannya untuk menarik perhatian laki-laki lain.
4.      Wanita yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur serta tidak berbakti pada Allah SWT dan suaminya.
Ya Allah, jadikanlah kami menjadi hamba yang bersukur atas segala rezeki yang kau beri, dan mudahkanlah rezeki. Amin.
Wallahu A’lam.

Pasang Kode Iklan sobat yg berukuran 120 x 600 disini!!!